Daftar Isi
Merek dagang yang terdaftar hanya melindungi bisnis Anda selama 10 tahun. Lupa memperpanjang bisa berakibat lebih serius dari sekadar denda — merek Anda bisa benar-benar hilang haknya. Berikut yang terjadi kalau merek tidak diperpanjang.
Jendela Waktu Perpanjangan
Sesuai UU Merek dan Indikasi Geografis, ada dua periode pengajuan perpanjangan: 6 bulan sebelum tanggal kedaluwarsa (tanpa denda), dan hingga 6 bulan setelah tanggal kedaluwarsa (dengan biaya tambahan/denda keterlambatan).
Apa yang Terjadi Setelah 6 Bulan Lewat Kedaluwarsa?
- Hak merek hilang. Merek dianggap tidak diperpanjang dan pelindungan hukumnya berakhir.
- Pihak lain bisa mendaftarkan nama yang sama. Karena statusnya sudah tidak terlindungi, kompetitor atau pihak lain berpotensi mendaftarkan merek dengan nama serupa.
- Harus mendaftar ulang dari awal. Kalau ingin memakai nama tersebut lagi, Anda harus mengajukan pendaftaran baru — dengan risiko ditolak kalau sudah ada pihak lain yang mendaftarkannya lebih dulu.
- Kehilangan reputasi dan brand equity yang sudah dibangun bertahun-tahun, terutama kalau bisnis sudah punya basis pelanggan yang mengenal merek tersebut.
Kenapa Banyak Pemilik Merek Lupa Perpanjangan?
Kesalahan paling umum: merek didaftarkan oleh konsultan atau pendiri sebelumnya bertahun-tahun lalu, dan informasi tanggal jatuh tempo tidak terdokumentasi dengan baik di internal perusahaan. Terutama kalau ada perubahan tim atau kepemilikan bisnis.
Cara Mencegahnya
Hakio menyediakan fitur notifikasi perpanjangan merek otomatis — jadi Anda tidak perlu mengandalkan memori atau catatan manual. Baca juga rincian biaya perpanjangan merek dagang untuk anggarkan lebih awal.
Kesimpulan
Tidak memperpanjang merek dagang bisa berakibat kehilangan hak secara permanen, bukan cuma denda administratif. Pastikan Anda tahu tanggal jatuh tempo merek Anda dan mengajukan perpanjangan dalam jendela waktu yang tersedia.
Jangan Sampai Lupa Perpanjang Merek Anda
Atur reminder otomatis dan urus perpanjangan merek dagang Anda bersama Hakio.
Lihat Layanan Hakio

