Daftar Isi
Merek dagang yang sudah terdaftar di DJKI hanya melindungi bisnis Anda selama 10 tahun. Setelah itu, wajib diperpanjang. Banyak pemilik merek lupa jadwal ini dan berakhir kehilangan hak merek yang sudah dibangun bertahun-tahun. Berikut rincian biaya dan cara perpanjangan merek dagang yang perlu Anda ketahui.
Berapa Biaya Perpanjangan Merek Dagang di DJKI?
Berdasarkan tarif PNBP resmi yang berlaku, biaya perpanjangan merek dagang per kelas adalah:
| Kategori Pemohon | Biaya per Kelas |
|---|---|
| UMKM | Rp1.000.000 |
| Umum (Non-UMKM) | Rp2.250.000 |
Sebagai perbandingan, biaya pendaftaran awal merek jauh lebih murah, mulai Rp500.000/kelas untuk UMKM dan Rp2.800.000/kelas untuk umum. Perpanjangan memang dikenai tarif lebih tinggi dari pendaftaran awal, jadi penting untuk menganggarkan biaya ini jauh sebelum jatuh tempo.
Kalau merek Anda terdaftar di lebih dari 1 kelas, biaya perpanjangan dikalikan sesuai jumlah kelas yang ingin diperpanjang.
Kapan Harus Mengajukan Perpanjangan?
Sesuai UU Merek dan Indikasi Geografis, ada dua jendela waktu untuk mengajukan perpanjangan:
- 6 bulan sebelum tanggal berakhirnya masa pelindungan, ini jendela ideal tanpa denda tambahan.
- Hingga 6 bulan setelah tanggal berakhirnya masa pelindungan, masih bisa diajukan, tapi dikenai biaya tambahan/denda keterlambatan.
Lewat dari periode 6 bulan setelah kedaluwarsa, merek dianggap tidak diperpanjang dan haknya bisa hilang: pihak lain berpotensi mendaftarkan nama yang sama. Baca konsekuensi lengkapnya di Apa yang Terjadi Jika Merek Tidak Diperpanjang?
Cara Mengajukan Perpanjangan
- Siapkan dokumen: sertifikat merek asli, KTP/NPWP pemilik, dan surat kuasa (kalau menggunakan konsultan/kuasa hukum)
- Ajukan permohonan lewat sistem online DJKI atau melalui platform seperti Hakio yang membantu proses administrasinya
- Bayar PNBP sesuai kategori dan jumlah kelas
- Tunggu verifikasi dari DJKI, sertifikat perpanjangan akan diterbitkan setelah disetujui
Tips Supaya Tidak Terlambat Perpanjangan
Kesalahan paling umum adalah lupa tanggal jatuh tempo, apalagi kalau merek didaftarkan bertahun-tahun lalu oleh pihak lain (misal konsultan lama atau pendiri sebelumnya) dan informasinya tidak terdokumentasi dengan baik. Hakio menyediakan fitur notifikasi perpanjangan merek otomatis, jadi Anda tidak perlu mengingat tanggal secara manual.
Faktor yang Mempengaruhi Biaya Perpanjangan
Beberapa hal yang memengaruhi total biaya perpanjangan merek:
- Jumlah kelas — semakin banyak kelas yang didaftarkan, semakin tinggi biaya yang harus dibayar.
- Jenis merek — merek yang lebih kompleks atau pernah mengalami sengketa bisa memerlukan biaya tambahan.
- Waktu pengajuan — semakin mendekati atau melewati tanggal kedaluwarsa, biaya bisa lebih tinggi (lihat FAQ untuk aturan keterlambatan).
Kesimpulan
Biaya perpanjangan merek dagang memang lebih mahal dibanding pendaftaran awal (Rp1.000.000 vs Rp500.000/kelas untuk UMKM), tapi jauh lebih murah dibanding risiko kehilangan hak merek dan harus mendaftar ulang dari awal, atau lebih buruk lagi, mereknya sudah diambil pihak lain. Pastikan Anda mengajukan perpanjangan dalam jendela waktu yang tepat.
FAQ
Apakah biaya perpanjangan sama untuk semua kelas?
Tarifnya sama per kategori pemohon (UMKM/umum), tapi dikalikan sesuai jumlah kelas yang diperpanjang.
Bagaimana kalau saya terlambat lebih dari 6 bulan setelah kedaluwarsa?
Merek berpotensi hilang haknya dan bisa didaftarkan pihak lain. Segera cek status merek Anda dan konsultasikan dengan ahli HKI kalau mendekati atau sudah melewati tanggal jatuh tempo.
Apakah Hakio membantu proses perpanjangan merek?
Ya, Hakio menyediakan notifikasi perpanjangan otomatis dan membantu proses administrasi perpanjangan. Lihat detail layanan di halaman harga Hakio.
Jangan Sampai Lupa Perpanjang Merek Anda
Atur reminder otomatis dan urus perpanjangan merek dagang Anda bersama Hakio.
Lihat Layanan Hakio
