Kembali ke Blog

    Jenis-Jenis HAKI di Indonesia dan Contohnya

    Admin Hakio13 Agustus 20263 menit baca226 views
    umum
    Ilustrasi tabel perbandingan jenis-jenis HAKI di Indonesia
    Daftar Isi

    Jenis-jenis HAKI di Indonesia ada tujuh: hak cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang, indikasi geografis, dan desain tata letak sirkuit terpadu. Masing-masing melindungi objek berbeda, dengan masa berlaku dan cara pendaftaran yang juga tidak sama.

    Jenis-jenis hak kekayaan intelektual yang diakui secara hukum di Indonesia memang ada tujuh macam. Yang termasuk dalam hak kekayaan intelektual adalah hak cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang, indikasi geografis, dan desain tata letak sirkuit terpadu (DTLST).

    Kalau ditanya hak kekayaan intelektual apa saja yang paling sering diurus pelaku usaha sehari-hari, jawabannya biasanya merek dan hak cipta lebih dulu, baru paten atau desain industri untuk produk dengan inovasi teknis. Tabel di bawah merangkum tiap jenis hak kekayaan intelektual tersebut lengkap dengan objek yang dilindungi dan masa berlakunya.

    Tabel Perbandingan 7 Jenis Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

    JenisYang DilindungiContohMasa Berlaku
    Hak CiptaKarya seni, tulisan, musik, softwareLagu, novel, aplikasiSeumur hidup pencipta + 70 tahun
    MerekNama, logo, tanda pembeda produk/jasaNama brand, logo toko10 tahun, bisa diperpanjang
    PatenInvensi teknis baruAlat, proses produksi baru20 tahun (paten biasa)
    Desain IndustriTampilan visual produkBentuk botol, model kursi10 tahun
    Rahasia DagangInformasi bisnis rahasiaResep, formula produksiSelama tetap dirahasiakan
    Indikasi GeografisProduk khas suatu wilayahKopi Gayo, Garam AmedSelama ciri khas wilayah bertahan
    DTLSTRancangan sirkuit terpaduLayout chip elektronik10 tahun

    Penjelasan Tiap Jenis dan Kaitannya dengan Bisnis

    Hak cipta paling mudah dipahami karena berlaku otomatis begitu karya dibuat, tanpa proses pendaftaran wajib. Tapi untuk konten bisnis seperti desain kemasan atau materi marketing, banyak pemilik usaha tetap mencatatkan karyanya di DJKI sebagai bukti kepemilikan resmi jika suatu saat terjadi sengketa.

    Merek adalah jenis yang paling sering bersinggungan dengan operasional bisnis sehari-hari. Setiap kali sebuah usaha punya nama, logo, atau bahkan warna khas kemasan yang membedakannya dari kompetitor, itu berpotensi didaftarkan sebagai merek. Berbeda dari hak cipta, merek wajib didaftarkan lebih dulu sebelum benar-benar dilindungi hukum.

    Paten dan desain industri lebih relevan untuk usaha yang punya produk dengan inovasi teknis atau tampilan unik, misalnya alat rumah tangga baru atau desain kemasan yang tidak biasa. Rahasia dagang cocok untuk bisnis kuliner atau manufaktur yang mengandalkan resep atau proses produksi sebagai keunggulan kompetitif yang sengaja tidak dipublikasikan.

    Kenapa Kelasnya Tidak Bisa Disamakan Semua

    Kesalahan umum adalah menganggap satu pendaftaran, misalnya merek, otomatis melindungi semua aspek bisnis. Padahal desain kemasan tetap perlu didaftarkan terpisah sebagai desain industri kalau ingin dilindungi dari peniruan bentuk, bukan cuma nama atau logonya saja. Menurut penjelasan Kompas.com soal jenis-jenis hak kekayaan intelektual, tiap jenis KI memang dirancang berdiri sendiri karena objek yang dilindungi secara hukum juga berbeda.

    Menentukan Jenis Mana yang Perlu Didaftarkan Lebih Dulu

    Untuk kebanyakan UMKM dan bisnis baru, urutan prioritas biasanya dimulai dari merek, karena itu yang paling langsung berhubungan dengan identitas dan reputasi di mata konsumen. Sebelum benar-benar mendaftar, ada baiknya memeriksa dulu ketersediaan nama merek supaya tidak bentrok dengan yang sudah terdaftar. Baru setelah itu, tergantung jenis usahanya, dipertimbangkan desain industri untuk produk fisik yang tampilannya khas, atau rahasia dagang untuk formula/proses yang ingin tetap tertutup. Baca juga penjelasan dasar tentang apa itu HAKI kalau ingin memahami konsep besarnya lebih dulu.

    FAQ

    Apa saja yang termasuk dalam hak kekayaan intelektual?

    Yang termasuk dalam hak kekayaan intelektual adalah tujuh jenis: hak cipta, merek, paten, desain industri, rahasia dagang, indikasi geografis, dan desain tata letak sirkuit terpadu (DTLST).

    Jenis HAKI apa yang paling penting untuk UMKM?

    Merek dagang, karena berkaitan langsung dengan nama dan logo usaha yang dipakai sehari-hari untuk berjualan dan berpromosi.

    Apakah satu produk bisa punya lebih dari satu jenis HAKI sekaligus?

    Bisa. Contohnya sebuah produk kemasan bisa punya merek untuk namanya, desain industri untuk bentuk botolnya, dan hak cipta untuk ilustrasi labelnya sekaligus.

    Apa beda desain industri dengan hak cipta untuk sebuah produk?

    Desain industri melindungi tampilan fungsional produk yang diproduksi massal, sedangkan hak cipta lebih ke karya seni atau ekspresi kreatif seperti ilustrasi atau tulisan pada kemasan.

    Apakah indikasi geografis bisa diajukan perorangan?

    Umumnya diajukan oleh kelompok masyarakat, koperasi, atau lembaga yang mewakili produsen di wilayah tersebut, bukan perorangan secara individu.

    Kalau bisnis saya cuma jualan online tanpa produk fisik unik, jenis HAKI apa yang relevan?

    Merek tetap jadi prioritas utama untuk nama toko dan logo. Kalau punya konten orisinal seperti foto produk atau materi promosi, hak cipta juga otomatis melekat di karya tersebut.

    Kesimpulan

    Ketujuh jenis HAKI melindungi aspek yang berbeda dari sebuah bisnis, jadi langkah pertama yang paling praktis adalah memetakan aset apa saja yang dimiliki, lalu mencocokkan dengan jenis perlindungan yang sesuai. Untuk sebagian besar pelaku usaha, itu berarti mulai dari pendaftaran merek dagang, sebelum mempertimbangkan jenis lain sesuai kebutuhan bisnisnya.

    Ingin tahu jenis HAKI mana yang cocok untuk bisnis Anda?

    Baca kumpulan pertanyaan umum seputar pendaftaran kekayaan intelektual di Hakio.

    Lihat FAQ Selengkapnya
    haki
    edukasi
    jenis haki

    Siap Mendaftarkan Merek Anda?

    Lindungi bisnis Anda sekarang. Proses mudah, cepat, dan harga terjangkau mulai dari Rp 1.499.000.