Daftar Isi
Contoh merek dagang terdaftar di Indonesia tersebar di berbagai kelas NICE, mulai dari minuman, produk retail, sampai pakaian. Melihat contoh nyata per kelas membantu memahami pola nama yang berhasil lolos pendaftaran, bukan sekadar daftar nama brand terkenal tanpa konteks.
Sistem Kelas NICE: Dasar di Balik Setiap Contoh Merek
Sebelum masuk ke contoh, penting dipahami bahwa merek terdaftar selalu terikat pada kelas tertentu, bukan berlaku umum untuk semua jenis produk. Indonesia memakai sistem 45 kelas yang terdiri dari 34 kelas barang dan 11 kelas jasa, mengikuti Nice Classification edisi ke-11 tahun 2018 sebagaimana diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Artinya, dua merek dengan nama yang sama tetap bisa terdaftar kalau berada di kelas yang benar-benar berbeda dan tidak berkaitan.
Contoh Merek Terdaftar Berdasarkan Kelas
| Kelas NICE | Cakupan | Contoh Merek |
|---|---|---|
| Kelas 32 | Minuman non-alkohol, air mineral | AQUA, ADES, VIT |
| Kelas 35 | Jasa perdagangan dan ritel | HERO, GIANT |
| Kelas 25 | Pakaian, alas kaki, tutup kepala | Berbagai merek fesyen lokal terdaftar |
Perhatikan bahwa AQUA di Kelas 32 (minuman) berbeda kelas dengan merek lain yang mungkin memakai kata serupa untuk produk non-minuman, karena perlindungan merek hanya berlaku pada kelas yang didaftarkan, kecuali untuk kategori merek terkenal yang mendapat perlindungan lintas kelas.
Kenapa Nama-Nama Ini Berhasil Terdaftar
Pola yang muncul dari contoh di atas: nama-nama tersebut punya daya pembeda yang cukup kuat, tidak sekadar mendeskripsikan produknya secara langsung. AQUA misalnya berasal dari kata "air" dalam bahasa Latin, tapi penggunaannya sebagai merek air mineral membuatnya cukup distingtif secara hukum karena bukan istilah generik dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Ini beda dengan nama yang terlalu deskriptif, misalnya menamai produk minuman air dengan kata "Air Minum" secara harfiah, yang kemungkinan besar ditolak karena dianggap tidak punya daya pembeda.
Pelajaran untuk Nama Merek Baru
Dari pola contoh di atas, pemilik usaha baru bisa belajar bahwa nama yang unik, sedikit abstrak, atau punya asosiasi tidak langsung dengan produknya, cenderung lebih mudah lolos pendaftaran dibanding nama yang terlalu harfiah menjelaskan produknya. Baca juga penjelasan lengkap tentang apa itu merek dagang untuk memahami dasar hukumnya lebih jauh sebelum menentukan nama merek sendiri.
FAQ
Apakah dua merek dengan nama sama bisa sama-sama terdaftar?
Bisa, selama berada di kelas NICE yang berbeda dan tidak berkaitan, kecuali salah satunya termasuk kategori merek terkenal yang dilindungi lintas kelas.
Berapa banyak kelas NICE yang ada di Indonesia?
Ada 45 kelas, terdiri dari 34 kelas untuk barang dan 11 kelas untuk jasa, mengikuti standar internasional Nice Classification.
Kenapa nama yang terlalu deskriptif sulit didaftarkan?
Karena dianggap tidak punya daya pembeda yang cukup, sehingga berisiko membingungkan pasar atau memonopoli istilah umum yang seharusnya bisa dipakai pelaku usaha lain di bidang sejenis.
Apakah saya perlu daftar di semua kelas yang mungkin relevan?
Tidak perlu semua, cukup kelas yang benar-benar sesuai dengan produk atau jasa yang dijalankan sekarang dan rencana ekspansi dalam waktu dekat, karena tiap kelas dikenakan biaya PNBP terpisah.
Bagaimana cara tahu kelas NICE yang tepat untuk produk saya?
Cek daftar kelas resmi di situs DJKI atau gunakan bantuan platform pendaftaran merek yang menyediakan panduan pemilihan kelas sesuai jenis usaha Anda.
Kesimpulan
Contoh merek dagang terdaftar menunjukkan pola yang jelas: nama dengan daya pembeda kuat dan terikat pada kelas yang tepat jauh lebih mudah lolos pendaftaran dibanding nama generik atau deskriptif. Sebelum menentukan nama merek sendiri, pelajari pola ini dan pastikan kelas NICE yang dipilih benar-benar sesuai dengan produk atau jasa Anda.
Ingin tahu kelas dan peluang pendaftaran merek Anda?
Gunakan analisis AI Hakio untuk mengecek kesiapan merek Anda didaftarkan.
Cek Merek Sekarang


