Kembali ke Blog

    Cara Memilih Nama Brand yang Bisa Didaftarkan sebagai Merek

    Admin Hakio13 Agustus 20263 menit baca202 views
    Merek Dagang
    Ilustrasi kategori kekuatan nama brand yang bisa didaftarkan sebagai merek
    Daftar Isi

    Cara memilih nama brand yang bisa didaftarkan sebagai merek bergantung pada satu prinsip utama dalam hukum merek: daya pembeda. Semakin unik dan tidak deskriptif nama itu terhadap produknya, semakin besar peluangnya lolos pendaftaran di DJKI.

    Prinsip Daya Pembeda dalam UU Merek

    Daya pembeda (distinctiveness) adalah syarat inti sebuah tanda bisa didaftarkan sebagai merek menurut UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Intinya, merek harus mampu membedakan produk atau jasa satu pelaku usaha dari pelaku usaha lain, bukan sekadar menyebut jenis produknya secara umum.

    4 Kategori Kekuatan Nama Merek

    Dalam praktik hukum merek, nama biasanya dikelompokkan berdasarkan tingkat kekuatannya, dari yang paling mudah didaftarkan sampai yang paling berisiko ditolak:

    KategoriPenjelasanContoh
    Fanciful (paling kuat)Kata buatan yang tidak punya makna kamus sama sekaliKodak, Xerox
    ArbitraryKata yang sudah ada tapi tidak berkaitan dengan produknyaApple untuk komputer
    SuggestiveMenyiratkan sifat produk tanpa menyebutnya langsungGojek, Traveloka
    Descriptive (paling lemah)Langsung mendeskripsikan produk atau jasanya"Pakaian Murah", "Toko Sepatu"

    Nama fanciful dan arbitrary punya peluang lolos pendaftaran paling tinggi karena daya pembedanya jelas. Nama suggestive seperti Gojek (menyiratkan "gerak" atau kecepatan) dan Traveloka (menyiratkan travel) masih cukup kuat karena tidak langsung menyebut jenis layanannya secara harfiah. Sebaliknya, nama descriptive seperti "Pakaian Murah" hampir pasti ditolak karena dianggap tidak punya daya pembeda, hanya mendeskripsikan produknya apa adanya.

    Kenapa Nama Deskriptif Sering Ditolak DJKI

    Alasan hukumnya sederhana: kalau nama deskriptif seperti "Pakaian Murah" boleh didaftarkan sebagai merek eksklusif, pelaku usaha lain yang menjual pakaian dengan harga terjangkau jadi tidak bisa memakai istilah umum tersebut untuk mendeskripsikan produknya sendiri. Sistem merek dirancang untuk melindungi identitas yang unik, bukan memonopoli kosakata umum dalam suatu industri.

    Checklist Sebelum Finalisasi Nama Brand

    • Apakah nama ini punya makna kamus yang langsung menjelaskan produk saya? Kalau ya, pertimbangkan kategori suggestive atau arbitrary sebagai alternatif.
    • Apakah nama ini mirip secara bunyi atau tampilan dengan merek yang sudah terdaftar di kelas sejenis?
    • Apakah nama ini mudah diucapkan dan diingat, sekaligus tidak menyesatkan soal asal atau kualitas produk?
    • Apakah nama ini masih tersedia sebagai domain dan username media sosial untuk konsistensi branding jangka panjang?

    Menerapkan Framework Ini di Konteks Indonesia

    Banyak brand lokal yang sukses justru memakai pendekatan suggestive, kata yang berakar dari bahasa Indonesia atau daerah tapi diberi twist sehingga tidak murni deskriptif. Pendekatan ini punya keuntungan ganda: tetap mudah diingat pasar lokal, sekaligus punya daya pembeda yang cukup kuat di mata pemeriksa DJKI. Baca juga cara memilih nama perusahaan yang aman dari sengketa merek untuk pembahasan dari sisi risiko hukum yang berkaitan.

    FAQ

    Apa itu daya pembeda dalam pendaftaran merek?

    Kemampuan sebuah tanda untuk membedakan produk atau jasa satu pelaku usaha dari pelaku usaha lain, menjadi syarat utama sebuah nama bisa didaftarkan sebagai merek.

    Kategori nama apa yang paling aman untuk didaftarkan?

    Fanciful dan arbitrary punya peluang lolos paling tinggi karena daya pembedanya jelas, tapi suggestive juga cukup aman selama tidak terlalu harfiah menjelaskan produknya.

    Kenapa nama seperti "Toko Sepatu" sulit didaftarkan sebagai merek?

    Karena dianggap murni deskriptif tanpa daya pembeda, dan kalau didaftarkan sebagai merek eksklusif akan menghalangi pelaku usaha lain memakai istilah umum tersebut.

    Apakah nama dalam bahasa daerah lebih mudah didaftarkan?

    Tidak otomatis lebih mudah, tapi kalau maknanya tidak deskriptif langsung terhadap produk yang dijual, nama dalam bahasa daerah bisa masuk kategori suggestive atau bahkan fanciful yang cukup kuat.

    Apa yang harus dilakukan kalau nama pilihan ternyata deskriptif?

    Pertimbangkan modifikasi nama menjadi lebih suggestive atau arbitrary, misalnya menambah elemen unik atau memakai kata yang menyiratkan sifat produk tanpa menyebutnya secara harfiah.

    Untuk strategi membuatnya juga mudah diingat konsumen, baca Tips Memilih Nama Merek yang Kuat dan Mudah Diingat.

    Kesimpulan

    Nama brand yang paling mudah didaftarkan sebagai merek adalah yang punya daya pembeda kuat, bukan yang paling langsung mendeskripsikan produknya. Memakai kerangka fanciful, arbitrary, suggestive, dan descriptive membantu menilai kekuatan nama sejak tahap ide, sebelum benar-benar diajukan ke DJKI.

    Ingin tahu seberapa kuat daya pembeda nama brand Anda?

    Analisis nama merek Anda dengan bantuan AI dari Hakio sebelum mendaftar.

    Cek Merek Sekarang
    nama brand
    daya pembeda

    Siap Mendaftarkan Merek Anda?

    Lindungi bisnis Anda sekarang. Proses mudah, cepat, dan harga terjangkau mulai dari Rp 1.499.000.